Recent Posts

Nasehat Kemenag Untuk Mahasiswa Studi Kebijakan di Universitas Chuo Jepang

Nasehat Kemenag di Jepang

Blog Islami, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memberikan kuliah umum di hadapan civitas akademika Fakultas Studi Kebijakan Universitas Chuo, Jepang.

Kuliah umum digelar di Aula Dekanat Chou University. Pada salah satu perguruan tinggi tertua di Jepang ini, sedikitnya ada 150 mahasiswa Indonesia. Mantan Menteri Perindustrian Rahmat Gobel adalah salah satu alumninya.

Di hadapan civitas akademika Universitas Chuo, Menag menjelaskan tentang kehidupan keberagamaan di Indonesia. Menag mengawalinya dengan menjelaskan demografi Indonesia sebagai negara besar dengan lebih 250 juta penduduk yang tersebar di sekitar 17 ribu pulau dengan ratusan bahasa lokal. Sekitar 87% penduduknya beragama Islam.

"Meskipun mayoritas muslim, tapi Indonesia bukan negara Islam. Indonesia bukan juga negara sekular yang memisahkan antara negara dan agama," tegasnya, Selasa (14/11).

"Indonesia adalah negara bangsa yang menempatkan agama pada posisi penting hingga tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan," imbuhnya.

Menurut Menag, agama di Indonesia menjadi perekat keragaman. Di tengah tantangan masa kini yang semakin kompleks, Menag mengajak umat untuk melihat sisi dalam agama, yaitu substansi agama yang bersifat universal.

Dari situ, setiap umat diharapkan dapat menemukan titik temu dalam keberagamaan sehingga tercipta kerukunan. Sebagai Menag, Lukman bertanggung jawab atas kehidupan dan kerukunan umat beragama.

Dekan Fakultas Manajemen Publik Universitas Chuo Shozaburo Sakai menilai kuliah umum kali ini sangat strategis. Menurutnya, Islam belum banyak dipahami masyarakat Jepang. Karenanya, momen ini akan sangat bermanfaat.

Shozaburo berharap kegiatan ini akan mempererat persahabatan sehingga antarpihak bisa memahami satu sama lain.

Di akhir pertemuan, Menag diminta untuk memberikan pesan dan kesan kepada mahasiswa yang hadir. Dalam pesannya Menag menyampaikan para mahasiswa agar belajar lebih giat lagi supaya kelak dapat menjadi pemimpin Jepang di masa mendatang dan dapat ikut ambil bagian untuk dunia yang lebih maju dan damai.

Kuliah umum ini diikuti sekitar 80 mahasiswa yang mengambil studi kebijakan. Di Universitas Chuo, studi kebijakan mulai dibuka sejak 1993 dan terdiri dari dua jurusan, kebijakan internal dan kebijakan internasional.

( Website Kemenag )

Sharah Shahih Muslim Dimanakah Allah

Sharah Shahih Muslim Dimanakah Allah


Saudara saudaraku sekalian yang dikasihi Allah 

Rasulullah Sholallahu Alaihi Wa Salam adalah orang yang amat mengetahui tentang Allah Ta'ala.

Baginda Nabi Muhammad Sholallahu Alaihi Wa Salam mengetahui bahwa Allah Subhanahu Wa Ta'ala Wujud tanpa berhajat ( membutuhkan ) kepada tempat.

Allah tidak tinggal di langit dan tidak duduk diatas arasy. 

Ini berdasarkan pendapat Imam as sindi ( Ulama' Ahlu Sunnah) di dalam kitabnya Hasyiah a'la Syarah Jalauddin as Suyuti a'la Sunan an Nasaie.

Didalam kitab ini jilid yang kedua cetakan Dar Ihya'Turath al A'rabi.

Berkata Imam As Sindi tentang persoalan Nabi S.A.W " Dimana Allah?  "

Dikatakan maknanya ialah " Dimana arah mereka menghadap Allah ( ketika berdo'a)  ? Jawabnya " Dilangit "

Yaitu maknanya Arah langit mereka menghadap dan makna hadith ini bukanlah Allah Subhanahu Wa Ta'ala Wujud dengan mempunyai arah, dan dikatakan juga tafwidh (menyerahkan makna) itu lebih selamat.

Ini berdasarkan kitab Sunan an Nasaie disyarahkan oleh Imam Jalaluddin as Suyuti, jilid kedua cetakan Dar Ihya' Turath al A'rabi, Baitut Lubnan, Juz Ketiga m/s 18.

Imam as Suyuti mensyarahkan hadits ini, bahwa Rasulullah Sholallahu Alaiahi Wa Salam menanyakan kepada budak jariah " Dimana Allah?  "
Kata Jariah " Dilangit ".

Berkata Imam an Nawawi ra, hadits ini diantara hadits hadits sifat Allah.

Ada dua aliran ulama dalam memahami hadits ini.

Pertama beriman (meyakini) tanpa mentakwilkan maknanya dengan beri'tiqad bahwa, tidak ada sesuatu makhluk yang menyerupai Allah dan menyucikanNya dari sifat - sifat makhluk.

Dan yang kedua mentakwilkannya dengan makna yang layak bagi Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Maksud pertanyaan Nabi saw itu ingin menguji budak jariah, apakah ia mentauhidkan Allah Subhanahu Wa Ta'ala, dengan mengaku bahwa Allah adalah Maha Pencipta, Yang Maha Esa.

Apabila seseorang ia berdoa maka ia menghadap ke langit sebagaimana seseorang ketika sholat ia menghadap ke ka'bah.

Dan bukanlah hadits ini bermakna Allah Subhanahu Wa Ta'ala berada di langit sebagaimana bukanlah Allah Subhanahu Wa Ta'ala. berada di ka'bah.

Sesungguhya langit itu adalah qiblat bagi orang orang yang berdoa sebagaimana ka'bah adalah qiblat bagi orang-orang yang sholat.

Ini adalah syarah hadits tentang Jariah oleh para ulama Ahli Sunnah kita, kalam Imam as Suyuti dan juga Imam an Nawawi ra.

Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang di langit.

Allah Ta'ala berfirman :

Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang di langit bahwa Dia akan menjungkir balikkan bumi bersama kamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu berguncang?
Atau apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang di langit bahwa Dia akan mengirimkan badai yang berbatu. 
Maka kelak kamu akan mengetahui bagaimana (akibat mendustakan) peringatan-Ku?” ( QS. Al-Mulk : 16-17 ).

Penjelasan Ahli Sunnah 
Adalah Allah Subhanahu Wa Ta'ala, Rabb yang tidak berhajat kepada tempat.

Bahwa Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah wujud sebelum Allah Subhanahu Wa Ta'ala menciptakan masa dan tempat, dan Allah Subhanahu Wa Ta'ala sekarang yaitu tetap qadim dan abadi tanpa membutuhkan tempat.

Maha Suci Allah Tuhan yang mengubah, bukanlah Dia yang berubah.

Ini adalah Kitab Syarah muslim bagi Imam an Nawawi as Syafiie ad Dimasyqi. 
Juz yang kelima cetakan Dar Kutub Ilmian yang kedua halaman ke 21.

Baca Juga :
Larangan Berfatwa Langsung dari Al Qur'an tanpa penjelasan Ulama.

Berkata al Qadhi I'yyadh : Tidak menjadi khilaf diantara semua ulama Muslimin sama para fuqaha, muhadits, mutakkalimin, nuzzhir dan juga muqallid di dalam memahami ayat 

Patutkah kamu merasa aman kepada Tuhan di langit itu"

Dan sebagainya, bukanlah ayat tsb mengikuti zohirnya, tetapi ayat tersebut ditakwil disisi mereka.

Ini adalah kitab tafsir Al Qurtubi bagi imam Abi Abdillah al Qurtubi, jilid ke 9 juz ke 18, cetakan Dar Kutub Ilmiah, cetakan kedua.

Kenapa Mereka Bertanya Dimanakah Allah ?

Dimanakah Allah



بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ


 قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ

" Dialah Allah, Yang Maha Esa "
Surat Al-Ikhlas, Ayat 1


اللَّهُ الصَّمَدُ

"Allah tempat meminta segala sesuatu."
(QS. Al-Ikhlas 112: 2 )


لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ

(Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan.

-Surat Al-Ikhlas, Ayat 3


وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.”

-Surat Al-Ikhlas, Ayat 4

- - - -

Persoalannya Kenapa mereka mempertanyakan " Dimana Allah?  "

Anda akan melihat orang - orang seperti mereka ini akan menerpa dan merambah kepada anak - anak, orang awam dan siapa saja yang mereka jumpai dan bertanya " Dimana Allah?  "

Seorang Muslim yang telah beriman kepada Allah, dengan percaya setiap makhluk memerlukan Allah sedangkan Allah tidak memerlukan satu apa pun.

Tetapi mereka mencari tempat untuk mengetahui dimana kah Allah.

Dimana merupakan kata yang memerlukan jawaban tempat untuk meletakkan Rabb mereka?? 

Apakah Rabb kamu memerlukan tempat untuk duduk?? 
Nauzubillah

Dari mana datangnya persoalan atau pertanyaan seperti ini ?

Mereka akan berkata ini datangnya dari hadits tentang seorang hamba perempuan ( jariah ) dari kitab Sahih Muslim.

Sedangkan riwayat hadits tersebut datang dengan pelbagai lafadz yang merujuk kepada pelbagai makna.

Persoalan ini tidak pernah terjadi pertikaian / perbedaan pendapat di kalangan sahabat Nabi, para khulafaur Ar Rasyidin, Tabi'in dan pengikut Tabi'in.

Tetapi sungguh aneh sekarang pertanyaan itu mereka Anggap penting, yang merupakan aspek dasar dalam agama?

Ini sungguh sangat mengherankan..

Mereka akan pergi kepada seorang yang arif dan bertanya seperti tadi,
Dimana Allah?? 

Jawaban orang arif tersebut " Kamu punya adab yang buruk, kamu telah kehilangan Tuhan kamu dan sekarang kamu mencari Dia pada aku?  "

Kamu tidak tahu dimana Tuhan kamu, jadi kamu datang kesini mencari Dia? Dimanakah Allah?? 

Orang bodoh yang bertanya tadi tertegun, orang yang mereka tanya itu sebenarnya orang yang mendapat karunia Allah.

Kamu telah kehilangan Tuhan kamu dan datang mencariNya pada aku?  Kamu mencari Tuhan kamu? Sampai kami tidak tahu dimana Tuhan kamu?? 

Tiada Tuhan selain Dia

Seorang ulama yang alim dan arif ketika ditanya Dimana Allah? Dengan kias menjawab " 

Diatas menara Jaga "

اِنَّ رَبَّكَ لَبِالْمِرْصَادِ 

Inna Rabbaka Labil Mirsad

"sungguh, Tuhanmu benar-benar mengawasi."
(QS. Al-Fajr 89: Ayat 14)

Apakah kamu hendak memberi Dia bentuk atau tempat seperti menyembah berhala?
Nauzubillah

Kamu hendak mencari tempat untukNya? Sedangkan dia menciptakan segala benda dan segala benda memerlukanNya.

Maha Tinggi Allah Ta'ala dari dakwaan seperti itu.

Inilah sifat Keadaan mereka : Taksub, memusuhi dan membenci orang yang tidak menerima mazhab mereka..sekalipun orang-orang Islam.

Jika orang yang menolak mereka itu seorang muslim, mereka akan menuduh dia lebih buruk daripada Yahudi dan Nashrani.

Mereka akan berkata: .. si dia lebih buruk kekufuran berbanding Yahudi atau Nasrani, maka jauhkan dia dari pandanganku..  ! "

Sifat keterlaluan mereka ini sampai tidak dapat dibayangkan. 

Sungguh ini adalah permainan syaitan karena selepas cahaya hidayah yang dibawa Nabi tersebar dikalangan umat, syaitan putus harapan kepada orang yang mengerjakan sholat untuk beribadah kepada Allah.

Walau bagaimanapun, harapan syaitan masih ada dengan cara menyebar benih perpecahan dikalangan ummah.

Sesungguhnha syaitan putus harapan untuk disembah oleh orang yang menunaikan sholat, tetapi tidak berputus asa memecahbelahkan mereka ( Hadits)

Dan mereka yang senantiasa berdebat, adalah tentara perpecahan. 

Golongan taksub ini merupakan tentara perpecahan inblis yang terbesar. Iblis memang bijak memperalat mereka ini, dan melalui mereka, iblis dapat menghancurkan ummat dengan cara yang dia sendiri tidak mau lakukan.

Golongan fanatik adalah cara iblis untuk memecahbelahkan umat.

Isa Al Masih Satu Satunya yang Terkemuka Di Dunia dan Di Akhirat ?

Saat ini kita masih melihat dan mendengar orang-orang Nashrani menggunakan ayat Al Quran untuk membenarkan kemuliaan Nabi Isa Al Masih ( Yesus ) dan menyebutnya terkemuka didunia dan akhirat, kalau bukan Tuhan kenapa bisa terkemuka didunia dan akhirat ?

Gelar yang Hanya diberikan kepada Nabi Isa Alaihi Salam bukan kepada para Nabi yang lain.

Mereka menggunakan Ayat Al Quran yang sesuai dengan kehendak mereka seolah Al Quran membenarkan ajaran mereka.

Kalau mau menggunakan ayat Al Quran kenapa tidak mempelajari semuanya ? 
Jangan setengah - setengah dong Pak Dhe ?

Mari kita tulis dan cermati dulu maksud ayat yang Al Quran yang menyatakan bahwa Nabi Isa Alaihi Salam terkemuka di dunia dan di akhirat tersebut, ayat yang dimaksud adalah QS Ali Imran 3:45

إِذْ قَالَتِ الْمَلَائِكَةُ يَا مَرْيَمُ إِنَّ اللَّهَ يُبَشِّرُكِ بِكَلِمَةٍ مِنْهُ اسْمُهُ الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ وَجِيهًا فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَمِنَ الْمُقَرَّبِينَ

“Idz Qaalati malaaikatu yaamaryamu innallaaha yubasysyiruka bikalimatin minhu ismunul masiihu isa ibnu maryama WAJIIHAN fiddunnya wal akhirati wa minal muqarrabiin”

“(Ingatlah), ketika Malaikat berkata: “Hai Maryam, seungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah),”

Nabi Isa Terkemuka di Dunia dan di Akhirat
Al Qur'an Surat  Al Imran ayat 45


Dalam ayat tersebut, menggunakan kata “wajihan” ( وَجِيهًا ) yang berarti terkemuka/terhormat, namun apakah hal itu hanya untuk Nabi Isa Alaihi Salam saja dan membuktikan bahwa Nabi Isa adalah Tuhan ?

Ternyata selain Nabi Isa ada juga Nabi Musa yang mana Allah Tabaaraka wa Ta'ala  menyebut keduanya dengan kata yang sama ( وَجِيهًا ) yang terdapat dalam QS Al Ahzab 33:69

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ آذَوْا مُوسَى فَبَرَّأَهُ اللَّهُ مِمَّا قَالُوا وَكَانَ عِنْدَ اللَّهِ وَجِيهًا

“Yaa ayyuhal ladziina amanuu laa takuunuu kalladziina aadzau muusaa fabarra-ahullaahu mimmaa qaaluu wa kaana ‘indallaahi WAJIIHAN.”

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang menyakiti Musa; maka Allah membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka katakan. Dan adalah dia seorang yang mempunyai kedudukan terhormat di sisi Allah.”

Terkemuka di Sisi Allah
Al Quran Surat Al Ahzab ayat 69 ( Quran Android Indonesia ) 


Dari ayat Al Quran diatas jelaslah bahwa tidak hanya Nabi Isa yang terkemuka tapi nabi-nabi yang lainpun, karena semua nabi adalah manusia-manusia pilihan Allah Ta'ala untuk membimbing manusia ke jalan yang lurus, dan memiliki kedudukan terkemuka di sisi Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Hanya Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang menguasai Dunia dan Akhirat, sedangkan terkemuka tidak tidak mengindikasikan penguasaan.

Terkemuka ( Terhormat ) dan Berkuasa jelas kata yang berbeda. Penguasa mengindikasikan terkemuka, tapi terkemuka belum tentu mengindikasikan penguasa. 

Contoh gamblangnya begini,
Bill Gates terkemuka diberbagai negara karena menciptakan Microsoft, apakah itu berarti dia pemilik suatu negara? 

Begitu juga telah terjawab dengan Nabi Musa yang juga terkemuka disisi Allah Ta'ala, tentu kedudukan disisi Allah Ta'ala lebih besar dibanding dunia akhirat dan segala isinya.

Semoga Bermanfaat

Isa dan Quran : Pertanyaan Pertanyan Yang Membingungkan

Quran


Pertanyaan yang diajukan oleh kawan yang penganut Agama Nashrani ini sungguh Membingungkan.

Diantaranya yang sering ditanyakan adalah :

“Apakah Nabi Muhammad punya ayah dan punya ibu?”

“Ya”

“Apakah Isa dilahirkan dengan ibu dan ayah?”

“Isa memiliki ibu tetapi tidak memiliki ayah”

“Mana yang lebih hebat, orang yang dilahirkan dengan cara biasa dengan adanya ibu dan ayah atau yang terlahir tanpa ayah?”

Maka Jawaban penulis begini :

Nabi Isa Alaihi Salam memang tidak memiliki ayah. Namun, bukan berarti lebih hebat daripada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, apalagi jika kemudian dijadikan tuhan, sama sekali keliru.

Sekarang penulis akan tanya, mana yang lebih hebat, Nabi Isa yang lahir tanpa ayah atau Nabi Adam yang tanpa ayah dan tanpa ibu?

Jika Isa lahir tanpa ayah kemudian dijadikan tuhan, seharusnya Adam lebih berhak untuk dijadikan tuhan karena tidak memiliki ayah dan tidak memiliki ibu.

Al Quran menjelaskan penciptaan Isa dan Adam sebagai berikut:

إِنَّ مَثَلَ عِيسَى عِنْدَ اللَّهِ كَمَثَلِ آَدَمَ خَلَقَهُ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ

“Sesungguhnya perumpamaan (penciptaan Isa di sisi Allah adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seoang manusia), maka jadilah ia” (QS. Ali Imran: 59)

Karena lahir tanpa ayah, orang Nashrani juga menyebut Yesus anak Tuhan. Dalam Yohanes 6:67-69, Yesus disebut anak tuhan oleh Petrus. Karena disebut anak tuhan, lantas dituhankan.

Padahal ada banyak orang yang disebut “anak Tuhan” dalam Injil. Adam adalah anak Tuhan, Efraim adalah anak Tuhan, Ezra adalah anak Tuhan. Semua orang yang dituntun Tuhan adalah anak-anak Tuhan. Jadi anak Tuhan adalah kata yang digunakan dalam Injil yang artinya seseorang yang mengikuti ajaran Tuhan. Jika orang Nashrani masih ngotot menjadikan Yesus sebagai Tuhan, carilah di Injil pernyataan Yesus yang mengatakan “Akulah Tuhan” atau “Sembahlah aku.” Niscaya tidak akan pernah ketemu.

Pertanyaan Lainnya yang sering diajukan oleh teman,

“Apakah Nabi Muhammad memiliki mukjizat?”

“Ya”

“Apakah Nabi Muhammad bisa menghidupkan orang mati?”

“Tidak” (Karena dalam Al Quran dan hadits tidak disebutkan mukjizat itu)

“Apakah Nabu Isa bisa menghidupkan orang mati?”

“Ya” (salah satu mukjizat Nabi Isa, dengan izin Allah, bisa menghidupkan orang mati)

“Mana yang lebih hebat, yang tidak bisa menghidupkan orang mati atau yang bisa menghidupkan orang mati?”

Maka penulis jawab begini,

Salah satu mukjizat Nabi Isa ‘alaihis salam adalah menghidupkan orang mati.

Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

وَرَسُولًا إِلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنِّي قَدْ جِئْتُكُمْ بِآَيَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ أَنِّي أَخْلُقُ لَكُمْ مِنَ الطِّينِ كَهَيْئَةِ الطَّيْرِ فَأَنْفُخُ فِيهِ فَيَكُونُ طَيْرًا بِإِذْنِ اللَّهِ وَأُبْرِئُ الْأَكْمَهَ وَالْأَبْرَصَ وَأُحْيِي الْمَوْتَى بِإِذْنِ اللَّهِ وَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا تَأْكُلُونَ وَمَا تَدَّخِرُونَ فِي بُيُوتِكُمْ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَةً لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

"Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil (dia Isa berkata), "Aku datang kepadamu dengan sebuah tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuatkan bagimu (sesuatu) dari tanah berbentuk seperti burung, lalu aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan izin Allah. Dan aku menyembuhkan orang buta sejak lahir dan orang yang berpenyakit kusta. Dan aku menghidupkan orang mati dengan izin Allah, dan aku beritakan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu orang beriman." (QS. Ali Imran: 49)

Namun hendaklah diingat, yang menghidupkan orang yang telah mati itu adalah Allah.

Nabi Isa mengakuinya sendiri.Demikian pula dalam Injil, Yesus mengakui bahwa yang menghidupkan orang mati adalah Allah. Bukan dirinya.

Sahabatku Lazarus mati, maka kembalikanlah ruh kepadanya Tuhan “.

Allah memperkenankan doanya dan berfirman, “Mintalah, sesungguhnya engkau akan memperoleh apa yang engkau minta”. Ketika Yesus menyeru Lazarus agar keluar kepadanya, ia berkata, “Bapa, Aku mengucap syukur kepadamu, karena engkau telah mendengarkan aku. Aku tahu, bahwa engkau selalu mendengarkan aku” (Yohanes 11: 41-42)

Lalu besar mana mukjizat Nabi Isa dengan mukjizat Nabi Muhammad?

Jika dikatakan bahwa menghidupkan orang mati adalah mukjizat terbesar Nabi Isa, ternyata dalam Injil disebutkan ada lima orang yang bisa menghidupkan orang mati. Selain Nabi Isa (Yesus), mereka adalah Nabi Ilyas (Elia), Nabi Ilyasa (Elisa), Yehezkiel (seorang nabi di kalangan Nabi Israel menurut Injil), dan Petrus.

Apakah dengan begitu, mereka semua juga dianggap sebagai Tuhan karena menurut Injil bisa menghidupkan orang mati?

Nah, berbeda dengan Nabi-Nabi sebelumnya yang mukjizatnya kadang serupa dengan Nabi yang lain, Rasulullah Muhammad memiliki banyak mukjizat dan yang terbesar adalah Al Qur’an. Jika mukjizat yang lain sudah tidak bisa dilihat lagi bekasnya, Al Quran tetap ada hingga hari kiamat.

Dan Al Quran sendiri menantang siapapun di dunia ini untuk menandinginya, dan hingga saat ini tidak ada yang bisa menerima tantangan ini.

وَإِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِمَّا نَزَّلْنَا عَلَى عَبْدِنَا فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِنْ مِثْلِهِ وَادْعُوا شُهَدَاءَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ . فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا وَلَنْ تَفْعَلُوا فَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِي وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ أُعِدَّتْ لِلْكَافِرِينَ

“Jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang al-Qur’ân yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal al-Qur’ân itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allâh, jika kamu orang-orang yang benar. Maka jika kamu tidak dapat membuat(nya), dan pasti kamu tidak akan dapat membuat(nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, (neraka itu) telah disediakan bagi orang-orang kafir.” (QS. Al Baqarah: 23-24)

Anda berani menerima tantangan ini ?

Pertanyaan Terakhir

“Apakah Nabimu Muhammad sekarang secara fisik meninggal atau hidup?”

“Meninggal”

“Apakah Yesus (Isa) sekarang meninggal atau masih hidup?”

“Masih hidup”

“Mana yang lebih hebat, yang sudah meninggal atau yang masih hidup hingga sekarang?”

Jawaban atas Pertanyaan ini sungguh membingungkan.

Pertanyaan ini justru akan meruntuhkan doktrin Trinitas.

Dalam Al Quran memang dinyatakan bahwa Nabi Isa ‘alaihis salam tidak disalib. Yang disalib adalah orang yang diserupakan dengan Nabi Isa.

وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللَّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَكِنْ شُبِّهَ لَهُمْ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُوا فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِنْهُ مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلَّا اتِّبَاعَ الظَّنِّ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينًا

Dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. (QS. An Nisa’: 157)

Jika orang Nashrani mengatakan Nabi Isa ( Yesus ) masih hidup, berarti yang disalib bukan Yesus.

Sama seperti firman Allah dalam Al Quran tersebut. Namun jika Yesus tidak mati disalib, tidak ada konsep penebusan dosa sebagaimana yang dijadikan pijakan umat Nashrani saat ini.

Jadi Anda meyakini yang mana? Yesus masih hidup karena tidak disalib atau Yesus mati disalib? Anda pasti akan bingung sendiri.

Adapun pertanyaan siapa yang lebih hebat, orang yang meninggal atau orang yang masih hidup, bukanlah pertanyaan yang tepat. Anda masih hidup, Nabi Musa telah meninggal. Siapa yang lebih hebat?

Khusus untuk Nabi Isa yang diangkat Allah dan nanti akan diturunkan menjelang hari kiamat, itu bukanlah kehebatan Nabi Isa atas Nabi Muhammad namun semata-mata atas kehendak Allah dalam rangka menegaskan kesalahan orang-orang yang menganggapnya sebagai Tuhan.

لَيْسَ بَيْنِى وَبَيْنَهُ نَبِىٌّ – يَعْنِى عِيسَى – وَإِنَّهُ نَازِلٌ فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَاعْرِفُوهُ رَجُلٌ مَرْبُوعٌ إِلَى الْحُمْرَةِ وَالْبَيَاضِ بَيْنَ مُمَصَّرَتَيْنِ كَأَنَّ رَأْسَهُ يَقْطُرُ وَإِنْ لَمْ يُصِبْهُ بَلَلٌ فَيُقَاتِلُ النَّاسَ عَلَى الإِسْلاَمِ فَيَدُقُّ الصَّلِيبَ وَيَقْتُلُ الْخِنْزِيرَ وَيَضَعُ الْجِزْيَةَ

“Tidak ada nabi (yang hidup) antara masaku dan Isa. Sungguh, kelak ia akan turun, jika kalian melihatnya maka kenalilah. Ia adalah seorang laki-laki yang sedang (tidak tinggi dan tidak terlalu pendek), berkulit merah keputih-putihan, beliau memakai di antara dua kain berwarna sedikit kuning. Seakan rambut kepala beliau menetes meski tidak basah. Beliau akan memerangi manusia hingga mereka masuk ke dalam Islam, beliau akan menghancurkan salib, membunuh babi dan menghapus jizyah” (HR. Abu Daud; shahih)